Abu bakar ash siddiq

Abu bakar ash siddiq merupakan salah satu dari khulafaur rasyidin. Ia memiliki nama asli abdullah bin usman bin amir, nasab abu bakar ash siddiq bertemu dengan nasab nabi muhammad pada kakek keenam yaitu murrah bin ka’ab. Abu Bakar Ash Siddiq dilahirkan setelah tahun gajah di Mekkah, namun kapan persisnya ia dilahirkan masih menjadi perselisihan. Ada pula yang mengatakan dua tahun enam bulan setelah tahun gajah. Dan adapula yang mengatakan dua tahun beberapa bulan setelah tahun gajah, tanpa meyebutkan jumlah bulannya secara spesifik.

Ia memiliki nama kuniyah Abu Bakar (Bakr) dari kata “Al-Bakr” yang artinya adalah unta yang muda dan kuat. Orang arab menyebut Bakr yaitu moyang sebuah kabilah yang besar.

Abu Bakar Ash Siddiq memiliki sejumlah nama julukan yang kesemuanya menunjukkan pengertian luhurnya derajat dan kedudukan serta kemuliaannya.

  1. Al ‘Atiq nama julukan yang diberikan kepada Abu Bakar Ash Shiddiq oleh Nabi Muhammad, yang berarti hamba yang dimerdekakan dan dibebaskan allah dari neraka
  2. Ash Shiddiq julukan ini diberikan oleh rasulullah kepada Abu Bakar
    Ash Shiddiq karena ia selalu membenarkan dan mempercayai rasulullah. sebagaimana yang di terangkan dalam sebuah hadis ” Bahwasanya pada suatu ketika Rasulullah naik ke bukit Uhuhd bersama dengan Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Al Khattab, Utsman bin Affan lalu bukit Uhud bergetar dan bergerak-gerak. Lalu Rasulullah berkata “Wahai Uhud, tenanglah kamu, karena sesungguhnya yang ada diatas kamu tidak lain adalah seorang nabi, seorang shiddiq dan dua orang syahid“. Umat sepakat denggan julukan Ash-Shiddiq bagi Abu Bakar, karena ia senantiasa langsung membenarkan dan memepercayai Rasulullah tanpa pernah bersikap agak bimbang sedikitpun serta senantiasa berkomitmen pada kebenaran dan kejujuran, tanpa pernah melakukan hal-hal yang tidak baik.
  3. Ash Shahib julukan ini diberikan oleh Al quran dalam surat At taubah:40. Shahib berarti kawan.
  4. Al Atqa yang berarti orang yang paling bertakwa
  5. Al Awwah nama julukan ini menunjukkan pengertian orang yang sangat takut kepada Allah. Abu Bakar Ash-Shiddiq dijuluki Al Awwah karena kelemah lembutan, kasih sayang, dan sensitifitas hatinya yang mudah terharu dan menangis.

Ciri-ciri Fisik Abu Bakar As Siddiq

Abu bakar ash siddiq tumbuh dan berkembang dengan mulia dan baik dalam asuhan kedua orang tua yang memiliki kehormatan, kedudukan dan kemuliaan ditengah kaumnya. Abu bakar Ash Siddiq termasuk salah satu orang qurasy yang terkemuka, terhormat, terpandang dan terbaik. Ia merupakan laki-laki yang pertama kali masuk islam dari kalangan orang merdeka.

Adapun mengenai gambaran dan ciri-ciri fisik Abu Bakar Ash Siddiq adalah, ia di deskripsikan sebagai sosok yang berkulit putih dan kurus, tipis kedua pipinya, agak sedikit membungkuk, baju untuk menutupi separoh tubuh bagian bawah sering melorot dari pinggangnya karena tubuhnya yang ramping dan kurus, kedua matanya cekung agak kedalam, selalu menjaga rasa malu, kedua betisnya kecil dan ramping, kedua pahanya kecil, padat dan kuat, dahinya agak menonjol, ia mewarnai jenggotnya dan ubannya dengan henna (inai).

Keluarga Abu Bakar Ash Siddiq

Bapaknya adalah Utsman bin Amir adapun ibunda Abu bakar ash siddiq adalah Salma binti Shakhr.

Abu bakar ash siddiq memiliki empat orang istri yang memberinya tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Para isteri Abu bakar ash siddiq itu adalah:

  1. Qutailah binti Abd Al Uzza bin Sa’ad bin Jabir. Ia adalah ibunda Abdullah dan Asma’. Abu Bakar Ash Siddiq menceraikannya ketika masih pada masa jahiliyah.
  2. Ummu Ruman binti Amir. Ia berasal dari Bani Kinanah. Ia adalah janda dari Al Harits bin Sakhbarah yang meninggal dunia di Makkah. Kemudian dia dinikahi oleh Abu bakar. Ia termasuk perempuan yang masuk islam sejak dini, melakukan baiat dan ikut hijrah ke Madinah. Ia adalah ibunda Abdurrahman dan Aisyah. Ia meniggal dunia pada masa Rasulullah di Madinah pada tahun keenam hijrah.
  3. Asma binti Umais. Ia adalah Ummu Abdullah, termasuk salah satu perempuan yang ikut hijrah terdahulu. Ia masuk islam sejak dini sebelum masuk ke Dar Al Arqam. Ia merupakan janda Ja’far bin Abu Thalib yang gugur sebagai syahid di medan perang. Lalu dinikahi Abu Bakar Ash Siddiq dan dikarunia seorang putera bernama Muhammad.
  4. Habibah binti Kharijah. Ia adalah Habibah binti Kharijah bin Zaid, ia mengandung Ummu Kultsum ketika Abu Bakar Ash Siddiq meniggal dunia.

Adapun anak-anak Abu Bakar Ash Siddiq adalah:

  1. Abdurrahman bin Abu bakar ash siddiq. Ia adalah putera tertua dari Abu Bakar Ash Siddiq. Ia masuk islam pada kejadian Hudaibiyah dan keislamannya pun baik. Ia menyertai Rasulullah dan ia adalah sosok yang terkenal dengan keberaniannya. Setelah keislamnnya, ia memiliki sejumlah kisah yang mengagumkan dan patut dikenag.
  2. Abdullah bin Abu bakar ash siddiq. Ia adalah orang yang memiliki peran dan kontribusi besar dalam momentum hijrah, yaitu sebagai informan dan intelijen. Ia terkena panah pada kejadian Tha’if yang menyebabkannya sakit, hingga akhirnya menyebabkan dirinya meninggal dunia sebagai syahid di Madinah pada masa kekhilafahan Abu Bakar Ash Siddiq.
  3. Muhammad bin Abu bakar ash siddiq. Ia merupakan anak abu bakar dari istriya yang bernama Asma binti Umais. Ia lahir pada tahun haji wada dan ia termasuk salah satu pemuda pemberani Quraisy. Ia hidup dalam pengasuhan Ali bin Abu Thalib dan diangkat olehnya menjadi gubernur Mesir.
  4. Asma binti Abu Bakar. Ia diberi julukan Dzat An-Nithqain oleh Rasulullah, ia lebih tua dari Aisyah. Ia diberi julukan itu karena ia selalu membuatkan bekal perjalanan untuk Rasulullah dan ayahnya ketika keduanya hendak berhijrah. Namun ketika itu, ia tidak menemukan tali yang bisa digunakan untuk mengikat bekal tersebut. Akhirnya ia menyobek kain nithaqnya (kain yang digunakan untuk ikat pinggang) menjadi dua bagian, lalu salah satunya ia gunakan untuk mengikat bekal tersebut. Ia adalah ibu Abdullah Az Zubair bayi pertama dalam islam yang dilahir setelah hijrah. Ia meninggal di Mekaah tahun73 Hijriah.
  5. Aisyah Ummu Al Mukminin. Ia dikenal dengan sebutan Ash Shiddiqah. Rasulullah menikahinya ketika ia masih berusia enam tahun dan baru mencampurinya ketika ia berusia sembilan tahun. Ia adalah perempuan yang paling alim. Rasulullah memberinya nama kuniya Ummu Abdullah. Aisyah hidup mencapai usia enam puluh tiga tahun (63 tahun), tanpa memiliki keturunan.
  6. Ummu Kultsum binti Abu bakar. Ia merupakan puteri Abu bakar dari istrinya yang bernama Habibah binti Kharijah. Ummu Kultsum lahir ketika Abu bakar telah meninggal dunia.

Demikianlah keluarga Abu Bakar yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah dengan islam. Ini adalah kelebihan dan keutamaan yang hanya dimiliki oleh Abu Bakar Ash Siddiq. Tidak pernah diketahui ada empat orang yang saling berketurunan yang semuanya menjadi sahabat Rasulullah kecuali keluarga Abu Bakar.

Sahabat yang masuk islam hasil dakwah Abu bakar ash siddiq.

  1. Az-Zubair bin Al Awwam
  2. Utsman bin Affan
  3. Thalhah bin Ubaidillah
  4. Saad bin Abu Waqqash
  5. Utsman bin Mazh’un
  6. Abu Ubaidah bin Al Jarrah
  7. Abdurrahman bin Auf
  8. Abu Salamah bin Abd Al Asad
  9. Al Arqam bin Abu Al Arqam

Abu Bakar Ash Siddiq membawa para sahabat yang mulia tersebut sendiri-sendiri, lau masuk islam dihadapan Rasulullah. Mereka pun menjadi tiang dan pilar-pilar yang menjadi penyangga pertama dan utama menara dakwah.

Perang yang diikuti Abu Bakar Ash Siddiq

Abu Bakar Ash Siddiq tidak pernah sekalipun absen pada semua peperangan. Sesungguhnya Abu Bakar Ash Siddiq selalu disertakan dengan Rasulullah selamanya.

  1. Perang Badar Al Kubra. Ia terjun langsung dalam perang Badar yang terjadi pada tahun kedua Hijriyah.
  2. Perang Uhud
  3. Perang Hamra Al Asad
  4. Perang Bani An-Nadhir
  5. Perang Bani Al Mushthaliq
  6. Perang Khandaq
  7. Perang Quraizah
  8. Perang Khaibar
  9. Perang Nadj
  10. Perang Bani Fazarah
  11. Perang Hunain
  12. Perang Tabuk

Abu Bakar Ash Siddiq Khalifah Pertama

Abu Bakar Ash Siddiq di baiat pada hari dimana rasulullah meninggal dunia di Saqifah Bani Saidah. Umar bin Al Khathab tampil di depan publik untuk mendukung dan mempertegas penunjukan Abu Bakar Ash Siddiq sebagai Khalifah. Hal itu berlangsung pada hari berikutnya ketika segenap kaum muslimin berkumpul untuk melakukan baiat umum atau terbuka.

Abu Bakar menyampaiakan pidato perdananya sebagai khalifah “Amma Ba’du, wahai kalian semua, sesungguhnya aku telah ditunjuk sebagai pemimpin kalian dan aku bukanlah orang terbaik kalian. Maka, jika aku melakukan langkah yang baik, maka bantu dan dukunglah aku, dan jika aku melakukan langkah jelek dan keliru, maka luruskanlah aku. Kejujuran dan kebenaran adalah amanat, dan kebohongan adalah kiamat. Orang lemah di antara kalian adalah orang kuat bagiku hingga aku mengembalikan haknya Insyaallah. Dan orang kuat diantara kalian adalah lemah bagiku hingga aku mengambil hak darinya Insyaallah. Tiada satu kaum yang meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah akan meliputi mereka dengan kehinaan. Tidak ada perbuatan keji yang menyebar ditengah-tengah suatu kaum kecuali Allah akan menimpakan bala yang meliputi mereka semua. Patuhilah aku selama aku patuh dan taat kepada Allah dan Rasulnya, maka jika aku durhaka kepada Allah dan Rasulnya, maka tiada kepatuhan kepadaku atas kalian. Berdirilah kalian semua untuk menunaikan solat, semoga Allah merahmati kalian”.

Khutbah tersebut dinilai sebagai salah satu khutbah Islam yang terbaik meskipun singkat. Dalam khutbahnya tersebut, Abu Bakar Ash Siddiq mengukuhkan kaidah keadilan dan semangat kasih sayang dalam interaksi antara pemimpin dan rakyat.

Penaklukan Abu Bakar Ash Siddiq

Setelah selesai perang terrhadap orang-orang yang murtad dan ketenangan telah merambah semenanjung arab, Abu Bakar Ash Siddiq kemudian berusaha melaksanakan rencana penaklukan yang telah dicanangkan oleh Rasulullah.

  • Penaklukan IRAK dilakukan dibawah pimpinan Khalid Bin Al Walid

Meninggalnya Abu Bakar As Siddiq

Setalah terakhir kali khalifah Abu Bakar Ash Siddiq membuka peluang untuk menaklukkan Romawi. Pada bulan Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah Khalifah Abu Bakar menderita sakit, hingga beliau meninggal dunia. Sebelum meninggal Abu Bakar Ash Siddiq menulis dekrit yang dibacakan dihadapan banyak orang di Madinah dan dikalangan Anshar melalui para pemimpin pasukan. Isi dekrit tersebut menunjuk Umar bin Khathab sebagai pengganti Khalifah Abu Bakar Ash Siddiq

Tags: